Jumat, 09 September 2016

Pendidikan sebagai Ujung Tombak Kemerdekaan

Hello semuaaaa.... kemaren kalian habis baca curhatan gua yang ga jelas yakk? mengdingan sekarang kalian baca tulisan ilmiah gua yang masih ancur lah bisa dibilang, gapapa kan? dari pada kelamaan dengerin bacotan gua mending lengsung aje duhhhh :p



Merdeka tentu bukanlah kata yang asing lagi kita dengar, dengan kedaulatan yang diperjuangkan para pejuang dahulu.  Namun ditengah kedaulatan Indonesia ini, ada kalanya kita tidak menyadari bahwa sesunguhnya negara kita ini bagaikan sebuah jasad yang ruhnya terus menerus digoda oleh kegelapan, dalam artian bahwa negara kita ini bukan lagi mengalami penjajahan fisik, bukan lagi terjadi pertumpahan darah, bukan lagi terdengar dentuman bom dimana-mana, namun pada saat ini negara kita telah mengalami penjajahan moral. Untuk mendidik anak bangsa menjadi anak yang bermoral dan berbudi luhur, pendidikan adalah tombak utama cita-cita kita semua.
Kata pendidikan berasal dari kata didik yang memiliki arti memelihara dan memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran, sedangkan arti kata moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, akhlak, dan sebagainya. Maka dari itu secara garis besar pendidikan moral memiliki arti memelihara ajaran tentang baik buruk yang diterima oleh masyarakat umum.
Pada saat ini kita sebagai pelajar mengalami penurunan moral yang cukup drastis, bahkan tanpa kita sadari tingkah laku pelajar sekarang sudah dapat dikatakan sebagai amoral atau orang yang tidak bermoral. Nah, pada dasarnya penjajahan moral disini melibatkan sarana komunikasi dan tekhnologi antara lain : game online yang membuat kita lupa waktu bahkan lupa diri, atau pula sosial media seperti halnya facebook dan twitter.
Dalam hal ini peran dunia pendidikan mulai terlihat, dimana para pelajar diajarkan perilaku dan kebiasaan baik, juga pada saat ini kemendikbud mengajukan pendidikan karakter untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Untuk apa? Hal ini di tujukan agar generasi muda bangsa tidak terjerumus kedalam kemerosotan moral. Sebagai contoh, ketika seorang pelajar terlambat datang ke sekolah, apakah gurunya akan membiarkannya? Tentu hal itu tidak akan terjadi, lain halnya dengan Masa Orientasi Sekolah atau yang sering disebut MOS yang saat ini telah diganti dengan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang tidak lagi menggunakan kekerasan serta hal yang neko-neko.
Pada dasarnya kita sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya memiliki moralitas yang tinggi sebagai seorang warga Negara yang baik bukan? Beberapa pemuda-pemudi Indonesia telah berhasil mengharumkan nama Indonesia karena prestasinya. Beberapa contohnya yakni :
1.     Bayu Santoso
 seorang mahasiswa biasa yang mengenyam pendidikan di ISI Jogja jurusan desain komunikasi visual yang memenangkan lomba desain cover album sebuah band ternama asal California yakni Maroon 5.
2.     Andre Surya
Seorang animator film Transformer 3D yang sebagian besar keterampilannya didapat secara Otodidak, beliau pernah mengenyam pendidikan di Untar jurusan desain komunikasi visual.
            Dan masih banyak lagi, ternyata pemuda Indonesia sangat berbakat bukan? Dibalik kesuksesan mereka, sudah dipastikan bahwa mereka didasari oleh moralitas yang tinggi.

            Oleh karena itu, ada baiknya jika kita terus memperbaiki sikap kita dalam bertutur maupun dalam berkelakuan karena Indonesia adalah negeri yang terkenal sebagai negeri yang ramah, disisi lain kemerdekaan Indonesia ini jangan sampai kita sia-siakan, mengapa? Karena menyia-nyiakan kemerdekaan Indonesia sama saja kita menyia-nyiakan perjuangan para pahlawan yang telah rela mengorbankan waktu, pikiran, serta tenaga untuk negara tercinta kita Indonesia. Mari jadikan Indonesia sebagai negara yang merdeka dan bermoral tinggi!! Dirgahayu Indonesia ke 71!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar